suKu BaduY ,,,,

Suku Baduy tinggal di pedalaman Jawa Barat, Desa terakhir yang bisa dijangkau oleh kendaraan adalah Ciboleger. Desa ini bisa dijangkau oleh kendaraan umum dari pandegalang (Jawa Barat), dari sini kita bisa memasuki wilayah suku Baduy, tapi sebelumnya harus melapor terlebih dahulu dengan pimpinan adatnya yang disebut JARO . ada beberapa jaro yang mempunyai tugas masing-masing, kita harus melapa dengan jaro yang tugas membina hubungan dengn kebdayan luar atau disebut Jaro Pulung.

Wilayah Baduy meliputi: Cikeusik, Cibeo, & Cikartawarna
Cikeuik ----> Puun Sadi
Cibeo ---> Puun Jahadi
Cikartawarna ---->    Puun Sang-sang

Dengan jumlah rumah 117 kk, 570 jiwa, 84-94 rumah, nama Baduy sendiri diambil dari nama sungai yang melewati wilayah itu, yaitu sungai Cibaduy, di desa tinggal suku baduy luar yang sudah banyak berbaur dengan masyarakat sunda lainnya.

Baduy luar atau biasa mereka menyebutnya Urang panamping. Dengan ciri selalu berpakaian hitam dengan ikat kepala bermotifkan batik. Baduy dalam selalu berpakaian putih dengan ikat kepala berwarna putih. Rumah masyarakat baduy didirikan diatas batu, ini suatu kepercayaan mereka bahwa rumah supaya kokoh harus didirikan diatas batu (ini suatu kepercayaan mereka bahwa rumah suapaya kokoh harus berdiri diatas batu) yang dinamakan rumah panggung rumah baduy dalm, umumnya mempunyai 2 pintu yaitu utara & selatan sementara untuk baduy luar umumnya mempunyai lebih dari 2 pintu, pintu boleh dari arah mana saja.

Mata pencaharian masyarakat baduy adalah bertani & membuat kerajinan, hasil pertanian kebanyakan berupa Padi, Gula Aren karena disana banyak terdapat pohon Aren, sementara untuk padi tidak diperjualbelikan tetapi mereka simpan di lumbung padinya yang dinamakan leuit, untuk kerajinan mereka membuat kerajinan tangan yang berupa tas koja bahannya terbuat dari kulit kayu yang dianyam, kain sarung, samping, selendang, dll...
Masyarakat Baduy tidak memperbolehkan adanya sawah yang dialiri air, kolam perikanan dan binatang ternak berkaki 4 kecuali anjing, untuk sawah yang boleh di pergunakan adalah sawah tada hujan (Huma).

Ada semacam ketentuan yang tertulis pada masyarakat baduy bahwa orang Asing seperti (Mongolia, Cina, Jepang), Negroia (orang kulit hitam) & Kaukasoid (orang kulit putih) tidak boleh masuk ke wilayah baduy dalam dan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar. Apabila dilanggar maka akan kena getahnya yang disebut pamali atau kuwalat adalah suku baduy sendiri.
Kepercayaan masyarakat baduy adalah sunda wiwitan (percaya terhadap adan, ”adam tunggal”), tuannya:
  1. titipan (tapa) à amanah batin , maksudnya jangans amapi jauh dari titipan yang dianamakan oleh adam tunggal.
  2. menghormati leluhur, maksudnya jangan samapai lupa terhadap yang menciptakan alam semesta (Batera tunggal).
Tata cara ibadah masyarakat Baduy ada 7 syahadat, tidak melakukan sholat 5 waktu tetapi , mereka mempunyai cara dalam melakukan ibadah dengan membagi kedalam 2 cara, yaitu:
- Ibadah umum : perilaku kehidupan sehari-hari seperti ucap lampah laku yang harus selalu dijaga.
- Ibadah khusus : hari raya masyarakat baduy, yang dinamakan kawalu selama 3 bulan dengan prosesi melakukan puasa 1 hari, pada masing-masing bulan itu biasanya pertengahan bulan saat bulan purnama.

Selama hari raya kawalu seluruh kegiatan upacara-upacara seperti potong rambut, sunatan, menanam padi dll... tidak boleh dilakukan dan orang-orang baduy luar tidak diperkenankan masuk di baduy dalam.
Arah kiblat suku baduy adalah selatan (Gunung Kendeng/ Saka Domas) tempat dimana terdapat mata air yang terbesr yang ada di pulau jawa yang memberikan kehidupan bagi masyarakat yang ada di pulau Jawa, khususnya suku baduy.
Tata cara pernikahan adat baduy :
- Pihak laki-laki datang ke pihak perempuan.
- Ada 3 lamaran yang wajib dilakukan, yaitu:
1. lamaran pertama membawa : pinang, sirih
2. lamaran kedua membawa : cincin yang dibuat dari baja putih
3. lamaran ketiga membawa & menyiapkan alat-alat perlengkapan rumah tanggadan seperangkat pakaian baru.
- tempat pernikahan dibalai adat
- yang menikahkan adalah puun

Tata cara pemakaman bagi masyarakat Baduy yang meninggal dunia sama seperti orang Islam yaitu : dimandikan, dikafani, dikuburkan yang dipimpin oleh seorang penghulu. Tahlilan selama 3-7 hari yang dipimpin oleh seorang penghulu tetapi yang membedakan adalah doa-doa atau mantra yang diucapkan dan makam tidak diberi nisan tetapi cukup ditandai dan apabila makan diperlukan untuk pembangunan, maka dalam beberapa hari setelah yang mati dikuburkan makam boleh dibongkar kembali.
Bagi orang baduy, sunatan hukumnya wajib bagi orang yang sudah akhil balik, karena bagi yang sudah disunat dibolehkan untuk melakukan puasa, pada bulan hari raya Kawalu.
Puun dipilih berasarkan :
  1. ijin musyawarah lembaga adat
  2. ada titisan atau keturunan (pernah ada keturunan keluarga yang menjabat puun)
kesenian suku baduy, angklung yang dimainkan pada bulan ke-4 (saat bulan purnama ) , bulan penanggalan adata suku baduy terdiri dari 12 bulan, yaitu:
- syapar
- kalima
- kaanem
- kapitu
- kadalapan
- kasalapan
- kasapuluh
- hapit lemah
- hapit kayu
- kasa
- karo
- katiga

Umumnya masyarakat suku baduy dalam kehidupannya mereka mempunyai falsafah seperti : masyarakat suku baduy tidak boleh pintar, maksudnya kalau mereka pintar bisa membodohi oang, tetapi mereka harus bisa mengolah, maksudnya mereka harus dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya. Tanpa ada bantuan dari pihak luar.

Masyarakat baduy yang masih kokoh dalam mempertahankan adat istiadatnya mempunyai kebiasaan khususnya baduy dalam. Tidak boleh menggunakan kendaraan dalam melakukan perjalanan baik di wilayah baduy maupun di luar wilayah baduy. Sementara untuk baduy luar masih diperbolehkan menggunakan kendaraan.

Setiap pendatang yang masuk ke wilayah baduy dalam dilarang membawa dan menggunakan peralatan moderen seperti camera,hp, dll.. maksudnya adalah dalam melakukan atau mendapat kesenangan hendaknya tidak boleh diekspresikan dengan hal-hal duniawi tetapi harus dirasakan dengan bathin sebagai ungkapan terima kasih kepada yang menciptakan alam semesta. Selain itu juga untuk menjaga kelestaian budaya, adat istiadat masyaakat baduy, tetapi untuk wilayah di baduy luar pengunjung masih boleh membawa peralatan moderen untuk dapat digunakan seperti hp, camera, dll...

1 komentar:



Pambera Sadox mengatakan...

Kwkwkwkwkwkk.....

Dah Balik buat lanjutin study yah???
Sukses yah....!!

Jangan lupa mampir di blog q
(www.sadox.co.cc)
n keep comment on www.friendster.com/18133446

Take Care...

Poskan Komentar

add this !

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...